Poligami Bukan Merendahkan Perempuan

Poligami Bukan Merendahkan Perempuan

Menjelang april 2019, semua elemen masyarakat turut merasakan dampak dan bahkan banyak juga yang ikut – ikutan didalam perhelatan  politik. April 2019 Indonesia melaksanakan pesta demokrasi, melangsungkan pemilihan presiden, dan pileg secara bersamaan, masyarakat Indonesia akan mencoblos lima jenis surat suara.
Menjelang pesta demokrasi inipun banyak para kompetitor yang tidak mampu mengontrol nafsu politik nya, hingga akhirnya melakukan apa saja yang menurut nya bisa menjadikan ia sebagai pemenang di April 2019 nanti.
Apa yang salah dengan sistem politik diIndonesia ini sebenarnya, apakah politik itu memang sesuatu yang melahirkan perpecahan, permusuhan & cacian?
April 2019 ada dua calon presiden dan wakil presiden yang akan di pilih oleh masyarakat Indonesia. Satu calon presiden yang selalu diragukan keIslamannya dan satu lagi diragukan kepemimpinan nya karena gagal membina rumah tangga. Satu calon wapres terlalu tua sampai jalan pun selalu di tuntun dan yang satu lagi terlalu muda sampai kelihatan hedon.
Timpemenangan kedua capres dan cawaprespun berusaha semaksimal mungkin dengan melakukan berbagai cara untuk memenangkan calon yang di usung nya namun sayang nya usaha – usaha itu banyak yang bukan saling unjuk prestasi malah saling buka ketidak baikan masing -masing calon, menebarkan berita Hoax yang akhirnya saling membenci dan saling menghujat seperti yang selalu kita temui di berita online dan medsos.
April 2019 juga ada banyak calon anggota legislatif yang bertarung yang berasal dari berbagai macam partai politik. Nah ada satu partai politik yang membuat saya tertarik untuk menuliskan tulisan ini. Ketika beredarnya pernyataan Grace Natalie dan Tsamara Amani tentang Poligami adalah  perbuatan yang menunjukkan ketidak adilan terhadap perempuan. Menurut Tsamara ini bukan perdebatan agama ini adalah perdebatan sosial. Apa lagi saat Grace Natalie mengatakan bahwa akan memperjuangkan untuk membuat aturan larangan poligami.
Indonesia adalah negara yang beragam. Beragam suku agama dll. Jadi kalau Grace natalie mengatakan akan mengusulkan larangan perbuatan poligami, itu artinya Grace akan membuat kegaduhan di Negara ini. Kita sangat memahami bahwa jumlah perempuan diIndonesia tidak sedikit. Artinya adalah pemilih perempuan di April 2019 nanti tidak sedikit.
Saya tidak tau sebenarnya pernyataan yang diungkapkan Grace & Tsamara itu mutlak karena ingin memberi keadilan terhadap perempuan walaupun kebablasan atau hanya ingin mengambil perhatian perempuan supaya kelihatan peduli terhadap perempuan.
Poligami dalam Islam hukumnya muba, tapi bisa menjadi sunnah bahkan wajib dengan ketentuan – ketentuan yang sudah ada aturan nya.
Kalau Grace & Tsamara secara pribadi menolak untuk di poligami ya sah – sah saja, namun tidak layak untuk mengatakan bahwa poligami itu merupakan perbuatan yang menunjukan ketidak adilan terhadap perempuan, arti nya Grace dan Tsamara itu sudah menyatakan bahwa ada aturan di Agama Islam yang membuat perempuan mendapatkan ketidak adilan. Sebagai perempuan sudah pasti kita tidak mau terjadi diskriminasi terhadap perempuan, tapi sebagai perempuan yang beragama Islam saya juga merasa keberatan dengan pernyataan Grace Natali dan Tsamara Amani tersebut. Saya berharap kalaupun kiranya momen April 2019 merupakan momen politik tapi para kompetitor harus menyiapkan kontrol diri yang maksimal, guna menjaga keutuhan dan perdamaian secara umum dan menjaga kewarasan secara khusus.