Penyakit yang menyimpang; Ketidakberesan akal pelakunya

Penyakit yang menyimpang; Ketidakberesan akal pelakunya

Oleh: Octy Avriani Negara
Wakil Sekretaris Umum KOHATI PB HMI

Tugas editor sebelum merilis sebuah tulisan adalah mengedit terlebih dahulu supaya tidak sakit mata sebelum sebuah tulisan di nikmati oleh pembaca. Oke, saya ucapkan terimakasih tim editor.

“tidak ada keraguan di dalam Al-Qur’an; poligami bukan perbuatan menyakiti perempuan” Vs “sesat fikir Ketua Umum KOHATI PB HMI dan jargon PSI”.

Setelah membaca dua tulisan diatas, maka terlihat seperti adanya keinginan dari sang penulis (Adis) untuk membenturkan KOHATI dan PSI. saya yakin sekelas ketua umum KOHATI PB HMI dan Ketua Umum PSI pastilah bijak dalam menanggapi tulisan-tulisan yang mengkritik insyaallah untuk kebaikan.

Berbicara poligami, jangan jadikan buku manapun sebagai refrensi. Tapi gunakanlah Al-Qur’an dan Hadist karena tidak ada keraguan di dalamnya.

Qs. An-nisa: 3
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawaninya) maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan berlaku adil, maka kawinilah seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Dan Qs. An-nisa: 129
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari surat An-nisa di atas dapat di simpulkan bahwasannya berpoligami adalah Sunnah bukan kewajiban, kalau mau berpoligami berarti harus sanggup berbuat adil tapi jika tidak mampu berbuat adil maka cukup beristerikan satu perempuan saja.

Intinya terimalah fakta bahwa dalam Islam itu memperbolehkan poligami. Ada refrensi ayat dalam Al-Qur’an. Pilihlah mana yang membuatmu selamat (Islam). Kalau tidak terima fakta itu, ngaji lebih dalam lagi. Bukan Al-Qur’annya di ganti dengan buku-buku barat (kajian gender). Mempertajam analisis boleh, tapi kalau sampai meragukan kebenaran Al-Qur’an pindah agama saja. Tidak ada pemaksaan untuk berislam.

Yang TEGAS tidak boleh dalam islam adalah menikah sesama jenis: HOMOSEKSUAL

Sodomi (liwath) adalah salah satu bentuk kriminal yang paling berat dan termasuk dosa yang paling menjijikan serta salah satu dosa besar, sehingga Allah pun menyiksa pelakunya dengan siksaan yang tidak di timpakan kepada umat manapun. (QS Al-A’raf: 80-81)

Mengenai lesbian juga di dasarkan hadist riwayat Abu Ya’la: melakukan sihaaq bagi wanita diantara mereka termasuk perbuatan zina.

Keduanya merupakan penyakit yang menyimpang dari fitrah yang lurus, menunjukan KETIDAKBERESAN AKAL pelakunya serta lemahnya keImanan.