KOHATI PB HMI; Menyayangkan Sikap Pemerintahan Arab Saudi Mengeksekusi Mati Tuti Tursilawati Tanpa Notifikasi.

KOHATI PB HMI; Menyayangkan Sikap Pemerintahan Arab Saudi Mengeksekusi Mati Tuti Tursilawati Tanpa Notifikasi.

Jakarta, 2 November 2018. Sejak tahun 2015, empat orang Warga Negara Indonesia telah dieksekusi mati oleh Arab Saudi. Keempatnya adalah perempuan bernama Siti Zainab tahun 2015 (asal Bangkalan, Madura), Karni bintiMerdi Tasim tahun 2015 (asal Brebes), Zaini Misrin pada tahun 2018 (asal Bangkalan, Madura), dan terakhir pada tanggal 29 Oktober 2018 dialami oleh Tuti Tursilawati (asal Majalengka, Jawa Barat). Tindakan kriminal memang tidak padang gender, namun penegakkan keadilan atas hak kemanusiaan pun tidak boleh tebang pilih. Hak yang dimaksud di sini adalah hak asasi perkeja migran dalam kasus hukum tertentu memperoleh hak didampingi pengacara, notifikasi rencana pelaksanaan eksekusi, dan lainnya. Apalagi kasus yang dihadapi para Asisten Rumah Tangga atas majikannya terdapat kemungkinan disebabkan oleh kekerasan hingga upaya perlindungan diri.

Menurut Siti Fathimah Siagian (Ketua KOHATI PB 2018-2020) “Eksekusi mati yang terjadi tanpa pemberitahuan kepada pemerintah Indonesia, merupakan perbuatan yang tidak menghormati Indonesia. Pemerintah Indonesia harus bersikap tegas terhadap Arab Saudi dalam hal yang telah terjadi atas Tuti.”

Dengan demikian, besar harapan kami agar hal yang sama tidak terjadi lagi ke depannya. Bagaimana bangsa Indonesia ingin dihormati oleh bangsa lain, ditentukan oleh ketegasan dan keberanian bangsa ini menghadapi kezhaliman bangsa lain terhadap rakyatnya. “Kasus pertama yang terjadi pada tahun 2015 jika ditanggapi tegas oleh pemerintah, kemudian dilakukan perlindungan yang lebih defensif terhadap hak-hak para TKI Indonesia, maka tidak akan perlu ada kejadian yang kedua, ketiga, hingga keempat ini atas Tuty Tursilawati.” Ujar Andi Arifah (Kabid Kajian dan Advokasi KOHATI PB HMI 2018-2020). (A.A)