Ketua Kohati ; Mari Tetap Istiqomah Menjaga Marwah Himpunan

Ketua Kohati ; Mari Tetap Istiqomah Menjaga Marwah Himpunan

Pasca Pleno I PB HMI seperti sedang kena terjang ombak yang sangat dahsyat. Adanya tuduhan kasus amoral yang dilakukan oleh Saddam selaku ketua umum PB HMI membuat Kader HMI banyak yang resah. Berkembang nya tuduhan tersebut menimbulkan banyak pro dan kontra. Ada yang berbendapat bahwa itu hanya tuduhan untuk memenuhi kepentingan politik beberapa orang yang terbuang dari PB HMI saja dan ada yang berpendapat bahwa itu adalah benar dan Saddam sebagai Ketua Umum harus segera mundur dari jabatan nya. Akhirnya perpecahan dikalangan kader HMI juga semakin tinggi, saling menjatuhkan dan saling menyudutkan. Beberapa HMI-Wati dari daerah-daerah juga mulai ikut menyeret – nyeret Ketua Umum Kohati PB HMI Siti Fatimah (Sifa) Siagian. Banyak yang menyatakan bahwa Sifa selaku Ketua Umum Kohati PB HMI dianggap tidak berani mengambil sikap untuk membantu memberi penerangan terhadap HMI -Wati SeIndonesia terkait persoalan ini. Kini banyak Kader HMI – Wati yang menanyakan dimana Visi Tegas yang di janjikan Sifa saat Munas Ambon. Beberapa HMI – Wati mengakui telah mencoba berkomunikasi dengan langsung kepada Sifa untuk meminta Sikap Sifa selaku Ketua Umum Kohati PB HMI. Hingga akhirnya Sifa angkat Bicara ” Saya selaku Ketum Kohati PB Pasti akan menerima masukan dari teman – teman saya juga memohon ma’af jika saya dirasa kurang tegas dan responsif, Terkait kasus Amoral yang di tuduhkan kepada Ketum Sadam, saya ingin menyampaikan bahwa, secara Konstitusional Kohati tidak memiliki kewenangan untuk menangani permasalahan ini namun kita memiliki hak meyampaikan keberatan – keberatan kita terhadap masalah yang terjadi kepada pihak yang memiliki kewenangan menangani masalah ini yakni MPK PB HMI. Dan kabar nya kemarin MPK sudah menggelar rapat untuk mencari solusi penyelesaian masalah ini, namun kabarnya ketua Umum PB HMI tidak berhadir dalam rapat itu, sementara kehadiran nya sangat penting guna dimintai penjelasan”.Sifa menyatakan bahwa Kohati tidak punya kewenangan untuk menangani permasalahan tersebut, namun kemudian Sifa melanjutkan “Saya juga sebenar nya heran dengan teman- teman yang mengatakan ingin menjaga nama baik HMI namun tindakan nya malah tidak menunjukan menjaga, Hari ini permasalahan ini sudah sampai kepada adik-adik Komisariat, secara pribadi Saya juga berharap Ketum Sadam segera Menyelesaikan masalah ini. Jika memang ini Fitnah maka sampaikan lah secara langsung kalau ini adalah Fitnah, dan mari sama – sama kita dukung ketum Sadam untuk memburu pelaku Fitnah ini, karena sudah membuat keresahan Kader HMI dan Mencemarkan nama baik HMI. Namun jika tuduhan itu adalah benar maka Ketum sadam juga harus berani bertanggung jawab atas semua perbuatan nya demi menjaga nama baik Himpunan ini. Karena kita sama – sama tau, Ketum Sadam pernah menyampaikan bahwa Mari kita jaga Himpunan ini seperti kita menjaga Ibu kita sendiri. Saya yakin kita semua tidak mau mejatuhkan ibu kita sendiri”.
Selain karena sudah terkumpulnya bukti foto – foto perbuatan asusila yang dianggap dilakukan oleh ketua Umum PB itu, banyak juga yang beranggapan bahwa dengan diam nya Saddam dapat disimpulkan bahwa yang di tuduhkan kepadanya itu adalah benar adanya. Karena ketua umum PB HMI dikenal sebagai orang yang responsif terhadap masalah – masalah sosial. Biasanya sigap mengklarifikasi isu yang dianggap membuat kegaduhan masyarakat apalagi keluarga besar HMI. Namun banyak yang berfikir kali ini ada yang janggal dengan beliau kenapa beliau tidak segera membuat Vidio atau press release untuk menangkis permasalahan ini kalau memang ini hanyalah Isu semata.
“Intinya Hari ini saya berharap kita semua berani mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu adalah salah, Saya juga berharap agar kita semua tetap Istiqomah untuk menjaga marwah Himpunan yang kita cintai ini (HMI)” tutup ketua umum Kohati PB.